top of page

Pemimpin Taliban Bertemu Pimpinan Muslim Indonesia

  • Writer: matamatapolitik
    matamatapolitik
  • Aug 1, 2019
  • 3 min read

Pemimpin organisasi Muslim terbesar di Indonesia menyuarakan dukungan pada hari Rabu untuk perundingan damai Afghanistan setelah bertemu di Jakarta dengan mengunjungi salah satu pemimpin Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar.


Baradar yang berbasis di Qatar, kepala politik Taliban, berhenti di markas besar Nahdlatul Ulama (NU) 60.000.000 yang kuat di ibukota Indonesia dan mengadakan pembicaraan pada hari Selasa dengan ketuanya, Abdul manan Ghani, setelah bertemu dengan para pejabat dari Pemerintah.


Abdul mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa ia memberitahu Baradar bahwa faksi yang berperang di Afghanistan harus duduk di satu meja dan setuju untuk membuat perdamaian berdasarkan semangat Persaudaraan Islam.


"Kami menyampaikan pandangan kami bahwa mereka harus memprioritaskan dialog antara faksi di Aghanistan dan seharusnya tidak membiarkan negara lain untuk ikut campur dan membahayakan situasi yang sudah rapuh di sana," kata Abdul.


Kunjungan baradar datang sebagai Jakarta sedang mencoba untuk membantu memfasilitasi negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri dekade perang di Afghanistan, dan lebih dari satu tahun setelah Indonesia menjadi tuan rumah KTT Trilateral dengan ulama Islam dari Afghanistan dan Pakistan, dalam pertemuan pertama dari baik di antara tiga negara.


Pada bulan Februari tahun lalu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengusulkan perundingan damai dengan para pemimpin Taliban, yang telah menyatakan harapan dalam wawancara televisi baru-baru ini bahwa kesepakatan akan dicapai dengan Amerika Serikat selama putaran penting negosiasi minggu ini di Qatar .


Kunjungan baradar di Jakarta terjadi setelah Desra percaya, seorang wakil dari Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, bertemu dengan menteri luar negeri Afghanistan Salahuddin rabbani di Kabul pekan lalu.


Rabbani dan Desra membahas "upaya Indonesia untuk perdamaian di Afghanistan dan memuji dukungannya terhadap Afghanistan di berbagai daerah," demikian kata Kementerian Luar Negeri Afghanistan dalam sebuah pernyataan di situsnya.


Retno sendiri bertemu Baradar di Doha pada bulan Mei.


Selama kunjungannya ke Indonesia, Baradar dan rombongannya juga bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para pejabat dari Dewan Ulama Indonesia (MUI) yang didukung pemerintah, masing-masing pada hari Sabtu dan Selasa.


NU Abdul mengatakan bahwa Afghanistan bisa belajar dari Indonesia bagaimana kelompok etnis yang berbeda dapat mempertahankan koeksistensi yang sangat damai.


"Afghanistan bisa menjadi masyarakat yang damai juga, terutama karena kurang beragam dibanding Indonesia dan ukurannya lebih kecil," ujar Abdul.


Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, dengan sekitar 82 persen dari 260.000.000 orang yang mengikuti Islam. Memiliki lebih dari 300 kelompok etnis yang diakui.


Pada hari Rabu, kepala negosiator AS untuk pembicaraan Taliban tweeted bahwa ia menuju ke Doha, Qatar, untuk apa yang bisa menjadi putaran final negosiasi yang bisa berarti awal dari akhir Washington hampir 18 tahun keterlibatan di Afghanistan.


"Aku pergi ke Doha, dengan berhenti di Islamabad," Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad diposting di halaman kericau ketika ia meninggalkan Kabul. "Di Doha, jika Taliban melakukan bagian mereka, kita akan melakukan kami, dan menyimpulkan Perjanjian kami telah bekerja pada."


Membantu mencapai kedamaian di Afghanistan


Muhyiddin junaidi, kepala Departemen hubungan internasional MUI, mengatakan itu mendukung pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.


"Kami ingin membantu menciptakan perdamaian di Aghanistan sesuai dengan kapasitas kami sebagai sebuah organisasi dan untuk melengkapi upaya diplomatik pemerintah," Muhyiddin kepada Beritabenar.


Muhyiddin mengatakan bahwa MUI juga menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Afghanistan untuk belajar di Pondok Pesantren dan Universitas di Indonesia.


"Kami berbagi ide tentang bagaimana menanggapi berbagai masalah sosial, ekonomi dan budaya yang dihadapi umat Islam," ujar Muhyiddin.


Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs kelompok bahwa Baradar dan rekan-rekannya "menyoroti situasi saat ini Afghanistan, kebijakan dan prestasi" yang dibuat oleh Taliban.


Para pejabat Indonesia menolak memberikan rincian kunjungan Baradar.


Baradar memulai perjalanan Indonesia dengan pertemuan dengan Kalla di kediaman resminya di Jakarta Pusat pada hari Sabtu, yang diikuti dengan sesi doa malam bersama di masjid di dekatnya.


Kantor Kalla mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situsnya setelah pertemuan bahwa Indonesia memelihara komunikasi dengan semua pihak yang terlibat dalam perundingan damai Afghanistan, serta dengan Amerika Serikat.


Pernyataan itu sejak itu telah dihapus tanpa penjelasan.


Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa pertemuan dengan Kalla adalah "informal" di alam tetapi menolak untuk berkomentar lebih lanjut.


Baradar melarikan diri ke Pakistan setelah Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada 2001. Ia ditangkap pada 2010 dan dibebaskan dari penjara Pakistan pada Oktober tahun lalu.


Pada bulan Januari, Taliban menunjuk Baradar sebagai pemimpin kantor politiknya di Qatar di tengah negosiasi damai dengan Amerika Serikat.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


123-456-7890

info@mysite.com

500 Terry Francois Street

San Francisco, CA 94158

Opening Hours:

Mon - Fri: 7am - 10pm

​​Saturday: 8am - 10pm

​Sunday: 8am - 11pm

©2023 by Grace Church. Proudly created with Wix.com

  • Black YouTube Icon
  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
bottom of page